top of page
Search

Mengapa Properti di Kawasan Pariwisata Cenderung Memiliki Nilai Jual yang Kompetitif?

9 hours ago
3 min read

Pangandaran - Dalam dunia investasi properti, lokasi selalu menjadi faktor utama yang menentukan nilai sebuah aset. Tidak mengherankan jika kawasan pariwisata sering menjadi incaran investor karena dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kawasan yang minim aktivitas ekonomi.

Meningkatnya jumlah wisatawan, berkembangnya infrastruktur, hingga bertambahnya kebutuhan akan akomodasi dan ruang usaha menjadi beberapa faktor yang mendorong permintaan terhadap properti di destinasi wisata. Kondisi inilah yang membuat properti di kawasan pariwisata cenderung memiliki nilai jual yang kompetitif dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang.

Namun, apa sebenarnya yang membuat kawasan wisata begitu menarik bagi pasar properti?


Ilustrasi LOKASI menjadi faktor penting dalam memilih sebuah properti.
Ilustrasi LOKASI menjadi faktor penting dalam memilih sebuah properti.

Pariwisata Mendorong Aktivitas Ekonomi Daerah


Sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan memunculkan kebutuhan akan hotel, vila, restoran, pusat kuliner, toko ritel, ruang komersial, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.

Menurut publikasi Indonesia Tourism Satellite Account (TSA) 2019–2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan pengeluaran wisatawan. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata memberikan dampak berantai (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha.

Semakin tinggi aktivitas ekonomi yang tercipta, semakin besar pula kebutuhan terhadap lahan dan properti yang mampu mendukung perkembangan kawasan tersebut.


Infrastruktur Meningkatkan Daya Tarik Properti


Pengembangan destinasi wisata umumnya diikuti dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, transportasi, fasilitas publik, jaringan utilitas, hingga kawasan komersial.

Infrastruktur yang semakin baik akan meningkatkan aksesibilitas suatu kawasan sehingga lebih mudah dijangkau oleh wisatawan, pelaku usaha, maupun investor.

Pemerintah juga menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki efek berganda terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah. Pada 2024, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 4 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Perkembangan infrastruktur inilah yang pada akhirnya ikut memperkuat daya tarik properti di kawasan wisata.


Permintaan Properti Terus Bertumbuh


Berbeda dengan kawasan yang hanya mengandalkan permintaan dari penduduk lokal, kawasan pariwisata memiliki pasar yang lebih beragam.

Permintaan dapat berasal dari:

  • Wisatawan yang membutuhkan akomodasi.

  • Investor yang mencari aset produktif.

  • Pelaku usaha yang membutuhkan lokasi bisnis.

  • Masyarakat yang ingin memiliki rumah kedua (second home) di destinasi wisata.

Diversifikasi permintaan tersebut membuat pasar properti di kawasan wisata cenderung lebih dinamis dibandingkan kawasan dengan aktivitas ekonomi yang terbatas.


Potensi Pendapatan dari Properti Lebih Beragam


Keunggulan lain dari properti di kawasan wisata adalah fleksibilitas pemanfaatannya.

Selain digunakan sebagai aset investasi jangka panjang, properti juga berpotensi dimanfaatkan sebagai:

  • Vila untuk disewakan kepada wisatawan.

  • Hotel atau penginapan.

  • Ruko dan ruang usaha.

  • Restoran atau kafe.

  • Pusat oleh-oleh.

  • Area komersial lainnya.

Semakin berkembang aktivitas wisata, semakin terbuka peluang pemilik properti untuk mengoptimalkan aset yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan pasar.



Ketersediaan Lahan Berkualitas Semakin Terbatas


Prinsip ekonomi menyebutkan bahwa ketika permintaan meningkat sementara ketersediaan lahan terbatas, nilai suatu aset cenderung menjadi lebih kompetitif.

Di banyak destinasi wisata, lahan dengan lokasi strategis tidak bertambah, sementara kebutuhan terhadap ruang untuk bisnis maupun akomodasi terus meningkat.

Faktor kelangkaan inilah yang sering kali menjadi salah satu alasan mengapa properti di kawasan wisata memiliki prospek nilai yang baik dalam jangka panjang.

Tentu saja, perkembangan harga tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, legalitas lahan, kualitas pembangunan, serta perkembangan kawasan di sekitarnya.


Pariwisata Menjadi Magnet Investasi


Kawasan wisata tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga investor.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat bahwa sektor jasa, termasuk pariwisata, menjadi salah satu kontributor penting terhadap realisasi investasi nasional. Pada triwulan pertama tahun 2025, sektor jasa menyumbang investasi sebesar Rp41 triliun, dengan pariwisata sebagai salah satu pendorong utamanya.

Masuknya investasi baru biasanya mendorong pembangunan fasilitas pendukung, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat daya tarik kawasan bagi pasar properti.


Grand Pangandaran: Berada di Tengah Kawasan Wisata yang Terus Berkembang


Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, Pangandaran memiliki potensi pertumbuhan yang didukung oleh sektor pariwisata, aktivitas ekonomi lokal, serta pengembangan infrastruktur.

Melihat potensi tersebut, Grand Pangandaran dikembangkan sebagai kawasan komersial bisnis terpadu dan terintegrasi seluas 196 hektare yang menghadirkan ekosistem bagi bisnis, investasi, dan pariwisata dalam satu kawasan.

Pilihan investasi yang tersedia meliputi:

  • Lot kavling siap bangun.

  • Area komersial.

  • Ruko.

  • Villa dan villatel.

  • Berbagai fasilitas penunjang kawasan.

Konsep pengembangan yang terintegrasi dirancang agar setiap elemen kawasan saling mendukung, menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemilik properti.


Salah satu produk investasi dari Grand Pangandaran, The Savva Villas by Alana.
Salah satu produk investasi dari Grand Pangandaran, The Savva Villas by Alana.

Investasi yang Tepat Berawal dari Memilih Lokasi yang Tepat


Nilai sebuah properti tidak hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi juga oleh potensi kawasan tempat properti tersebut berada.

Kawasan pariwisata menawarkan kombinasi antara pertumbuhan aktivitas ekonomi, peningkatan kebutuhan ruang usaha, serta peluang pemanfaatan properti yang lebih beragam. Faktor-faktor tersebut menjadikan properti di destinasi wisata memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang berorientasi pada jangka panjang.

Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan investasi properti, memilih kawasan yang berkembang secara terencana menjadi salah satu langkah penting. Grand Pangandaran hadir sebagai kawasan komersial bisnis terpadu yang menawarkan peluang untuk bertumbuh bersama perkembangan pariwisata dan ekonomi Pangandaran.


Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

 
 
 

Comments


bottom of page