Investasi bukan lagi pilihan tapi keharusan ! Cara Sandwich Generation Mengamankan Masa Tua Lewat Passive Income
- 11 minutes ago
- 2 min read
Fenomena sandwich generation semakin nyata dalam struktur ekonomi keluarga modern di Indonesia. Banyak individu harus menjalankan dua tanggung jawab sekaligus: menopang kebutuhan orang tua sekaligus menyiapkan masa depan anak.
Tekanan finansial ini tidak hanya menuntut penghasilan besar, tetapi juga strategi keuangan yang matang. Mengandalkan gaji semata (active income) tidak lagi cukup untuk menjamin stabilitas ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, investasi dan passive income kini menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.
Perubahan kondisi ekonomi membuat perencanaan finansial menjadi semakin penting. Beberapa indikator menunjukkan peningkatan beban biaya hidup secara signifikan:
Biaya pendidikan di Indonesia meningkat sekitar 10–15% per tahun, jauh lebih tinggi dibanding kenaikan gaji rata-rata pekerja yang berkisar 3–7% per tahun.
Biaya layanan kesehatan terus meningkat, terutama akibat perubahan gaya hidup dan bertambahnya usia harapan hidup.
Inflasi dan kenaikan biaya hidup menyebabkan daya beli menurun jika tidak diimbangi pertumbuhan aset.
Kondisi ini membuat penghasilan aktif memiliki keterbatasan. Ketika produktivitas menurun atau memasuki masa pensiun, sumber pendapatan bisa berhenti, sementara kebutuhan finansial tetap berjalan. Di sinilah pentingnya membangun passive income. Mengapa Passive Income Menjadi Strategi Finansial Masa Kini :
1. Menjaga Daya Beli dari Inflasi
Passive income membantu menjaga kestabilan finansial terhadap kenaikan biaya hidup jangka panjang.
2. Mencapai Kemandirian Finansial di Masa Tua
Tujuan utama perencanaan keuangan adalah memastikan masa depan yang mandiri tanpa membebani generasi berikutnya.
3. Memberikan Kebebasan Waktu dan Kualitas Hidup
Pendapatan pasif memungkinkan seseorang lebih fokus pada keluarga, kesehatan, dan pengembangan diri. Untuk membangun pendapatan pasif yang stabil, diperlukan kombinasi strategi dan pemilihan instrumen yang tepat.
Salah satu instrument yang menjadi pilihan strategis adalah Aset riil dengan potensi kenaikan nilai dan peluang pendapatan rutin dan karena stabilitas dan ketahanannya terhadap inflasi.
Properti memiliki karakteristik yang menjadikannya instrumen investasi strategis :
Nilai aset cenderung meningkat dalam jangka panjang
Potensi pendapatan pasif dari sewa
Aset fisik yang relatif stabil dibanding instrumen volatil
Permintaan pasar yang berkelanjutan
Berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi
Terlebih pada kawasan dengan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata tinggi, potensi return investasi menjadi lebih optimal.

Sebagai bagian dari strategi membangun passive income jangka panjang, investasi properti di kawasan berkembang menjadi pilihan yang semakin relevan. Grand Pangandaran menghadirkan solusi investasi properti modern di kawasan wisata berkembang Pangandaran, dengan potensi capital gain jangka panjang sekaligus passive income yang sustainable.
tersedia berbagai pilihan investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan finansial jangka panjang untuk menjawab kebutuhan sandwich generation, antara lain:
Properti komersial (Ruko Carita & Ruko Lovina) peluang pendapatan dari aktivitas bisnis dan pertumbuhan kawasan.
Properti untuk capital gain (Kavling) pembelian aset dengan orientasi kenaikan nilai jangka panjang. Dengan tren pertumbuhan mencapai 100% setiap tahunnya
Properti berbasis pengelolaan (The Allure Villas & The Savva Villas) solusi bagi investor yang berpotensi menghasilkan Passive Income sampai 10%/tahun. melalui penyewaan jangka pendek maupun jangka panjang.
Ini bukan hanya tentang memiliki properti, Ini tentang membangun keamanan finansial masa depan. Dengan kombinasi potensi capital gain, peluang pendapatan berulang, serta nilai aset yang relatif stabil, investasi properti di kawasan berkembang seperti Pangandaran dapat menjadi solusi strategis bagi sandwich generation untuk membangun kestabilan finansial sekaligus mengamankan masa depan keluarga lintas generasi.





Comments