Search
  • Grand Pangandaran

Perspektif Pengembangan Pariwisata Pangandaran menurut Dr. Salam Al-Bader dari Al Bader Ventures Inc

Pada hari Kamis, 24 Juni 2021, Grand Pangandaran berkesempatan bertemu dengan Tim Akselerasi Pembangunan Provinsi Jawa Barat dan juga Dr. Salam Al-Bader dari Al Bader Ventures Inc yang merupakan Perusahaan Investasi terkemuka dari Kanada. Pertemuan yang berlangsung hangat ini turut membahas beberapa hal terutama yang bersangkutan dengan pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Pangandaran yang banyak melibatkan Grand Pangandaran sebagai salah satu developer utama. Selain menjajaki peluang kerjasama, Dr. Salam Al-Bader sebagai founder dan CEO dari Al Bader Ventures Inc juga turut memberikan perspektif dan proyeksinya akan pembangunan pariwisata di Kabupaten Pangandaran di masa yang akan datang.


Pria asal Kuwait yang memiliki sederet gelar dalam bidang pariwisata dan hospitality maupun business administration dan kewirausahaan ini menjelaskan bahwa trend pariwisata global saat ini banyak mengarah pada pariwisata kesehatan, pariwisata pendidikan, pariwisata sejarah, dan pariwisata pertanian. Selain itu bahwa jasa pendukung seperti jasa akomodasi hotel sangat rentan dan terpengaruh perubahan dari faktor lain. Ini merupakan bagian dari industri pariwisata yang hampir collapse saat ini.


Walaupun demikian, beliau juga menjabarkan bahwa ada unsur pariwisata yang resilient (tidak rentan) terhadap perubahan global termasuk covid-19, yaitu wisata religi dan wisata kesehatan. Hal ini bisa terlihat dari masih banyaknya orang Indonesia yang pergi ke Singapura atau Malaysia untuk berobat ataupun mereka yang bepergian ke berbagai situs religi di Irak dan Iran untuk berziarah.


Mengenai pengembangan kawasan wisata, Pak Salam mengungkapkan bahwa Perjalanan jauh dan lama menuju sebuah destinasi tidak harus dikhawatirkan selama tamu akan menghabiskan waktu lama dan mengeluarkan uang banyak di destinasi, dan tidak akan melupakan pengalamannya di destinasi itu hingga belasan tahun. Untuk itu, yang harus diperhatikan daripada memikirkan transportasi menuju destinasi ialah kepastian regulasi dan kajian pasar wisatawan.


Beliau kemudian memberikan gambaran bahwa Panama City di Florida, USA juga memiliki sejarah yang serupa dengan Pangandaran dimana kota tersebut juga sempat dinobatkan sebagai kota tebaik untuk berinvestasi real estate. Kota Vancouver di Kanada juga memiliki kemiripan dimana pada awalnya tidak ada bangunan apa-apa dan sekarang menjelma menjadi salah satu pusat bisnis dan industri perfilman paling ramai di Amerika Utara dan harga apartmentnya dianggap termahal.


Lebih lanjut, investor yang banyak menggelontorkan dana di berbagai belahan dunia ini memberikan usulan supaya Grand Pangandaran dapat juga menjelma menjadi daya tarik utama di Pangandaran. Dalam hal ini, Kota yang memiliki tema pengembangan yang baik dapat dipandang sebagai daya tarik wisata buatan, selain daya tarik wisata alam atau daya tarik wisata budaya. Salah satu alternatif pengembangan adalah pusat pertemuan (Convention Center) yang dapat memfasilitasi kegiatan MICE baik dalam skala nasional maupun internasional. Hal ini sudah sejalan dengan visi Grand Pangandaran yang ingin mengkombinasikan atau menciptakan semacam hybrid antara Nusa Dua Bali dengan kawasan Legian, Bali. Lebih jauh lagi, Pengembangan bisa juga diarahkan untuk industri perfilman bila fasilitas sudah intensif dibangun sebagai optimalisasi pengembangan kawasan. [AM-K]

156 views0 comments